Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | Nicko Widjaja, mantan Direktur Utama BVI, kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan bangsa meski tengah berada dalam proses hukum yang menantang. Dalam sebuah pernyataan publik, ia menyoroti kekhawatiran atas dampak luas dari kasus yang sedang dihadapi, terutama pada persepsi risiko di kalangan profesional dan pengusaha muda.
Meski demikian, Widjaja menolak untuk membiarkan situasi tersebut menghalangi semangatnya untuk menginspirasi generasi muda. Ia menekankan beberapa poin penting:
- Kolaborasi lintas sektor: Mengajak pemuda untuk berkolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam menciptakan kebijakan yang mendukung pertumbuhan usaha.
- Pendidikan kewirausahaan: Menyuarakan pentingnya pendidikan praktis yang membekali generasi berikutnya dengan pengetahuan tentang manajemen risiko dan regulasi.
- Etika bisnis: Menekankan bahwa integritas dan kepatuhan tetap menjadi landasan utama dalam menjalankan usaha, meski tantangan hukum muncul.
Ia juga menambahkan bahwa proses hukum yang sedang berlangsung tidak mengurangi rasa tanggung jawabnya terhadap pembangunan Indonesia. “Saya tetap percaya bahwa generasi muda adalah motor penggerak perubahan. Mereka harus terus berani bermimpi, berinovasi, dan berkontribusi pada ekonomi nasional,” ujar Widjaja.
Selain menyoroti pentingnya semangat juang, Nicko menyoroti pula perlunya reformasi hukum yang lebih proporsional, agar tidak menimbulkan efek jera di kalangan pengusaha. Ia berharap lembaga peradilan dapat menyeimbangkan penegakan hukum dengan kepentingan pembangunan ekonomi.
Dengan pesan yang optimis ini, Widjaja berharap agar para pemuda tidak terpengaruh oleh ketidakpastian hukum, melainkan tetap fokus pada penciptaan nilai dan kontribusi nyata bagi negara.