Setapak Langkah – 17 Juni 2026 | Juru bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, memberikan tanggapan tegas terhadap siaran pers yang dikeluarkan oleh kelompok yang menamakan diri BEM Bersatu. Dalam pernyataan tersebut, BEM Bersatu menuduh PDIP dan tokoh partainya melakukan tindakan yang dinilai tidak konsisten dengan prinsip logika dan ilmu pengetahuan, menyebutnya sebagai “kegilaan logika cocokologi yang dipaksakan”.
Guntur Romli menolak semua tuduhan itu dan menegaskan bahwa klaim BEM Bersatu tidak berdasar. Ia menyatakan bahwa istilah “cocokologi” tidak memiliki landasan ilmiah dan hanya dipakai untuk menstigmatisasi kebijakan atau sikap politik yang tidak disetujui. Menurut Romli, kritik yang konstruktif memang diperlukan dalam demokrasi, namun harus didasarkan pada fakta dan argumen yang jelas, bukan pada serangan semata.
Beberapa poin utama yang disampaikan Guntur Romli antara lain:
- Penolakan total atas tuduhan bahwa PDIP menggunakan “logika cocokologi”.
- Penegasan bahwa semua kebijakan partai didasarkan pada kajian ilmiah dan pertimbangan strategis.
- Ajakan kepada BEM Bersatu untuk menyampaikan kritik yang berbasis data, bukan spekulasi.
- Pernyataan bahwa serangan semacam ini dapat menurunkan kualitas wacana publik dan mengalihkan fokus dari isu-isu substantif.
- Komitmen PDIP untuk terus terbuka terhadap dialog yang produktif, asalkan dilakukan dengan itikad baik.
Guntur Romli juga menambahkan bahwa penggunaan istilah “cocokologi” merupakan upaya untuk menciptakan narasi sensasional yang dapat memancing emosi, bukan rasionalitas. Ia mengingatkan bahwa dalam proses demokrasi, argumentasi harus mengedepankan logika, data, dan bukti yang dapat diverifikasi.
Dengan pernyataan tersebut, Guntur Romli berharap agar publik tidak terjebak dalam dinamika retorika yang berlebihan dan tetap fokus pada permasalahan nyata yang dihadapi bangsa. Ia menutup dengan menegaskan bahwa PDIP akan terus berjuang untuk kepentingan rakyat, sambil tetap menghormati ruang kebebasan bersuara dan kritikan yang membangun.