Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan keyakinannya bahwa provinsi tersebut akan menjadi kontributor utama dalam penyediaan gula nasional pada musim giling tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian pertemuan dengan pelaku industri gula dan petani tebu di wilayah Jawa Timur.
Faktor utama yang diunggulkan Khofifah adalah peningkatan rendemen, yaitu persentase gula yang berhasil dihasilkan dari setiap ton tebu. Menurut data terbaru, Pabrik Gula Ngadirejo (PG Ngadirejo) menargetkan rendemen mencapai 8,5 % pada musim giling 2024/2025, naik signifikan dibandingkan dengan hasil sebelumnya.
Berikut adalah target produksi gula nasional dan kontribusi Jawa Timur berdasarkan rendemen yang diharapkan:
| Wilayah | Target Rendemen (%) | Estimasi Produksi (ton) |
|---|---|---|
| Jawa Timur | 8,5 | 1.200.000 |
| Jawa Tengah | 7,8 | 950.000 |
| Jawa Barat | 7,5 | 870.000 |
| Nasional | 7,9 | 3.500.000 |
Selain meningkatkan rendemen, pemerintah provinsi juga mengintensifkan program pendampingan teknis, penyediaan bibit tebu unggul, serta perbaikan infrastruktur pabrik gula. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan daya saing gula Indonesia di pasar internasional.
Khofifah menambahkan bahwa pencapaian target rendemen tersebut tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di sektor agribisnis. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung inovasi dan investasi di bidang gula.
Jika target rendemen tercapai, Jawa Timur berpotensi menjadi lumbung gula nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan menambah devisa negara.