Setapak Langkah – 13 Agustus 2026 | GoTo, perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan resmi setelah diumumkan bahwa sahamnya dikeluarkan dari indeks MSCI Emerging Markets. Pengumuman tersebut menimbulkan spekulasi di kalangan investor mengenai alasan di balik keputusan tersebut serta dampaknya terhadap kinerja perusahaan.
Manajemen GoTo menjelaskan bahwa penurunan indeks disebabkan oleh faktor teknis yang bersifat administratif. Menurut mereka, MSCI melakukan peninjauan rutin terhadap kriteria kelayakan, termasuk kapitalisasi pasar, likuiditas saham, serta kepatuhan terhadap standar pelaporan. Karena beberapa metrik tidak terpenuhi pada periode peninjauan terakhir, saham GoTo tidak lagi memenuhi syarat untuk tetap berada dalam indeks.
Dalam rangka menegaskan stabilitas keuangan, GoTo juga mempublikasikan hasil keuangan kuartal II 2026. Berikut adalah ringkasan utama:
| Item | Nilai |
|---|---|
| Laba Bersih | Rp 252 miliar |
| Pendapatan | Rp 7,1 triliun |
| Ebitda | Rp 1,1 triliun |
| Margin Laba Bersih | 3,5% |
Meski mengalami penurunan pada beberapa indikator likuiditas, manajemen menegaskan bahwa profitabilitas tetap kuat berkat pertumbuhan layanan e‑commerce, ride‑hailing, dan pembayaran digital. CEO GoTo, Patrick Walujo, menyatakan, “Kami terus berinvestasi pada ekosistem layanan yang terintegrasi, sehingga dapat menjaga aliran pendapatan yang beragam dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.”
Selain faktor teknis, GoTo mengungkapkan bahwa perubahan regulasi di pasar modal global serta penyesuaian metodologi MSCI juga berperan. Namun, perusahaan menegaskan tidak ada perubahan fundamental dalam strategi bisnis atau prospek jangka panjang.
Para analis pasar menilai bahwa meskipun pengeluaran dari indeks MSCI dapat mempengaruhi aliran dana pasif, dampaknya tidak serta merta menurunkan nilai saham GoTo asalkan kinerja operasional tetap solid. Dengan laba bersih Rp 252 miliar pada kuartal II 2026, GoTo menunjukkan kemampuan menghasilkan profit di tengah persaingan yang ketat.
Ke depan, GoTo berencana memperkuat sinergi antar unit bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas penetrasi layanan di wilayah‑wilayah baru. Manajemen optimis bahwa strategi ini akan memperkuat posisi perusahaan di pasar domestik sekaligus menarik minat investor institusional.