Setapak Langkah – 26 April 2026 | Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Areif Hidayat, menegaskan pentingnya penerapan konsep Trisakti dalam setiap kebijakan dan tindakan pemerintah. Menurutnya, tiga nilai inti Trisakti—integritas, transparansi, dan akuntabilitas—harus menjadi landasan utama dalam menjalankan pemerintahan yang bersih dan responsif.
Areif menilai bahwa selama ini masih terdapat celah‑celah yang memudahkan praktik korupsi, nepotisme, dan penyalahgunaan wewenang. Ia mengingatkan bahwa dengan menegakkan Trisakti, pejabat publik dapat meningkatkan kepercayaan rakyat, memperkuat legitimasi institusi, serta mempercepat proses pembangunan yang berkelanjutan.
Berikut adalah tiga pilar utama Trisakti yang diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam mekanisme pemerintahan:
- Integritas: Setiap pejabat wajib menjunjung tinggi moralitas dan menolak segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
- Transparansi: Kebijakan, anggaran, serta proses pengambilan keputusan harus dapat diakses dan dipantau oleh publik.
- Akuntabilitas: Pemerintah harus bertanggung jawab atas hasil kebijakan dan siap memberikan pertanggungjawaban apabila terjadi penyimpangan.
Areif menutup pidatonya dengan menekankan bahwa penerapan Trisakti bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diimplementasikan secara konsisten oleh semua tingkat pemerintahan, mulai dari kementerian hingga pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda, untuk mengawal pelaksanaan prinsip‑prinsip tersebut demi terciptanya Indonesia yang lebih adil dan makmur.