Setapak Langkah – 28 April 2026 | Flyover Bojonggede‑Kemang (Bomang) yang baru selesai dibangun menjadi tulang punggung peningkatan konektivitas di wilayah Parung dan sekitarnya, ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto pada kesempatan peluncuran resmi.
Beberapa dampak ekonomi yang diproyeksikan antara lain:
- Peningkatan volume penjualan di pasar tradisional Parung sebesar 15‑20% dalam enam bulan pertama.
- Pertumbuhan lapangan kerja baru di sektor konstruksi, transportasi, dan jasa logistik.
- Penurunan biaya transportasi bagi petani dan produsen UMKM yang kini dapat mengirim hasil panen ke kota-kota besar lebih cepat.
Data awal yang dikumpulkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa rata‑rata kendaraan yang melintasi flyover mencapai 12.000 unit per hari, dengan puncak pada jam sibuk pagi dan sore.
| Indikator | Pra‑Flyover | Pasca‑Flyover |
|---|---|---|
| Waktu tempuh (menit) | 25 | 17 |
| Volume kendaraan (unit/hari) | 9.000 | 12.000 |
| Pendapatan UMKM (juta Rp) | 1.800 | 2.200 |
Pemerintah kabupaten juga merencanakan pengembangan zona ekonomi khusus di sekitar area flyover, termasuk pembangunan pusat logistik, gudang penyimpanan, dan area komersial. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan Parung sebagai hub distribusi strategis bagi wilayah Bogor Utara.
Rudy Susmanto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memaksimalkan potensi flyover Bomang. Ia menutup pertemuan dengan ajakan agar seluruh pihak menjaga keberlanjutan infrastruktur dan terus berinovasi demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.