histats

Empat Prajurit TNI Tolak Ajukan Nota Pembelaan, Dakwaan Penyiraman Andrie Yunus Diterima

Empat Prajurit TNI Tolak Ajukan Nota Pembelaan, Dakwaan Penyiraman Andrie Yunus Diterima

Setapak Langkah – 29 April 2026 | Jakarta – Empat anggota TNI Angkatan Darat (AD) dari Batalyon Antiteror (BAIS) menolak mengajukan nota pembelaan dalam perkara penyiraman air terhadap wartawan Andrei Yunus pada tanggal … . Keputusan penolakan tersebut membuat dakwaan yang diajukan jaksa penuntut tetap diterima oleh hakim, sehingga proses persidangan dilanjutkan ke tahap pemeriksaan saksi.

  • 25 April 2024 – Insiden penyiraman terjadi.
  • 2 Mei 2024 – Keempat prajurit resmi ditetapkan tersangka.
  • 15 Mei 2024 – Sidang pendahuluan, jaksa menuntut hukuman penjara 5 tahun dan denda.
  • 22 Mei 2024 – Prajurit menolak mengajukan nota pembelaan.
  • 23 Mei 2024 – Hakim menerima dakwaan, persidangan masuk ke pemeriksaan saksi.

Jaksa penuntut menegaskan bahwa tindakan penyiraman yang dilakukan secara sengaja dan mengganggu kebebasan pers merupakan pelanggaran terhadap Pasal 27 ayat (3) Undang‑Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 351 KUHP tentang penghinaan. Oleh karena itu, jaksa menuntut hukuman penjara paling singkat tiga tahun hingga lima tahun serta denda.

Di sisi lain, kuasa hukum keempat prajurit menyatakan bahwa klien‑kliennya tidak akan mengajukan nota pembelaan karena mereka mengakui fakta yang tertera dalam dakwaan dan berharap proses hukum dapat berjalan cepat. Mereka menegaskan tidak ada unsur niat jahat melanggar kebebasan pers, melainkan tindakan yang dipicu oleh kebingungan saat melakukan operasi keamanan.

Sesi pemeriksaan saksi selanjutnya dijadwalkan pada 30 Mei 2024, dengan saksi utama berupa Andrei Yunus, rekan wartawan, serta saksi polisi yang menangani laporan. Pengadilan menegaskan bahwa proses persidangan akan dilaksanakan secara terbuka, memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk menyampaikan bukti dan keterangan.

Kasus ini menimbulkan perhatian publik terkait penegakan hukum terhadap aparat keamanan yang terlibat dalam tindakan yang dianggap mengganggu kebebasan pers. Organisasi pers menuntut adanya transparansi dan pertanggungjawaban yang tegas, sementara pihak militer menekankan pentingnya prosedur disiplin internal.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *