Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Data terbaru dari Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa nilai ekspor produk halal Indonesia selama Januari hingga Maret 2026 mencapai US$15,64 miliar. Angka ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar US$13,2 miliar.
Lonjakan tersebut dipicu oleh dorongan strategis pemerintah yang menekankan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar internasional.
| Kuartal | Nilai Ekspor (USD Miliar) |
|---|---|
| Q1 2025 | 13,20 |
| Q1 2026 | 15,64 |
Beberapa faktor utama yang berkontribusi pada pertumbuhan ini antara lain:
- Penguatan standar sertifikasi halal yang diakui secara global.
- Peningkatan kapasitas produksi UMKM melalui program pelatihan dan pendanaan.
- Integrasi teknologi e‑commerce dan marketplace khusus produk halal.
- Dukungan promosi di pameran internasional dan misi dagang.
Kementerian Perdagangan menargetkan agar nilai ekspor halal terus naik hingga US$20 miliar pada akhir 2026, dengan fokus pada pasar utama seperti Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Afrika Utara.
Jika tren ini berlanjut, sektor halal diproyeksikan menjadi kontributor utama bagi neraca perdagangan Indonesia, sekaligus memperkuat posisi negara sebagai pusat produksi halal dunia.