Setapak Langkah – 30 April 2026 | Menteri Pertanian Indonesia menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan 2.572 SPPG (Sistem Penyediaan Pangan Ganda) di Provinsi Papua. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan serta mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah Indonesia barat dan timur.
Untuk menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan, Kementerian Pertanian akan mengintegrasikan tiga pilar utama: infrastruktur produksi, penguatan rantai pasok, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Berikut langkah-langkah konkret yang direncanakan:
- Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi serta fasilitas penyimpanan hasil pertanian di seluruh kabupaten Papua.
- Pengadaan bibit unggul, pupuk bersubsidi, dan teknologi pertanian presisi yang ramah lingkungan.
- Pelatihan intensif bagi petani lokal melalui kerjasama dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
- Pembentukan pusat distribusi pangan yang terhubung dengan pasar domestik dan ekspor.
Peran perguruan tinggi menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem ini. Beberapa universitas, antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor, akan mengirimkan tim ahli untuk memberikan pendampingan teknis, riset varietas tanaman yang adaptif terhadap iklim Papua, serta program magang bagi mahasiswa.
Selain dukungan akademik, Tim Ekspedisi Patriot turut berkontribusi dengan melakukan survei lapangan, mengidentifikasi potensi agrikultural, dan membantu menyusun peta prioritas pembangunan SPPG. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi target pembangunan dalam waktu yang lebih singkat.
Target akhir pemerintah adalah meningkatkan produksi pangan lokal di Papua sebesar 30% dalam lima tahun ke depan, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang masih menghadapi tantangan ketahanan pangan.