Setapak Langkah – 14 Agustus 2026 | Komisi I DPR mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2024 mencapai 5,29 persen, sebuah angka yang dianggap menunjukkan bahwa perekonomian negara masih berada pada jalur yang tepat meskipun dihadapkan pada tekanan global seperti inflasi tinggi dan ketidakstabilan pasar energi.
Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mengindikasikan peningkatan output sektor manufaktur, pertanian, dan jasa, yang secara kolektif menyumbang pada angka pertumbuhan tersebut. Berikut ringkasan data pertumbuhan utama:
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Pertumbuhan PDB (Q1 2024) | 5,29 % |
| Inflasi (YoY) | 3,8 % |
| Investasi Asing (FDI) | US$5,2 miliar |
Beberapa faktor yang mendukung kinerja ini antara lain:
- Kebijakan fiskal yang tetap akomodatif, dengan belanja pemerintah fokus pada infrastruktur dan program kesejahteraan sosial.
- Peningkatan permintaan domestik yang dipicu oleh program subsidi energi dan kebijakan kredit lunak bagi UMKM.
- Konsolidasi pasar tenaga kerja yang menunjukkan penurunan angka pengangguran hingga 5,1 %.
Namun, DPR juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas hingga kuartal kedua 2024. Anggota DPR menyatakan bahwa pemulihan harus didukung oleh:
- Pengendalian harga pangan dan energi agar inflasi tidak kembali mengancam daya beli masyarakat.
- Penguatan nilai tukar rupiah melalui intervensi yang terukur.
- Peningkatan produktivitas sektor ekspor melalui diversifikasi produk dan pasar.
Para legislator menegaskan bahwa meskipun pertumbuhan saat ini berada di atas target pemerintah (5 %), tetap diperlukan kebijakan yang responsif terhadap gejolak eksternal, termasuk fluktuasi harga komoditas dan kebijakan moneter global. Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi keuangan, DPR optimis Indonesia dapat mempertahankan laju pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.