Setapak Langkah – 14 April 2026 | Tim peneliti yang dipimpin oleh seorang doktor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan sebuah sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi kerusakan jalan secara real-time melalui analisis visual. Sistem ini dirancang untuk mempercepat proses inspeksi dan meningkatkan efisiensi perawatan infrastruktur jalan.
Teknologi AI tersebut memanfaatkan jaringan saraf konvolusional (CNN) yang dilatih dengan ribuan citra jalan, termasuk retakan, lubang, dan deformasi lainnya. Saat kamera terpasang pada kendaraan atau drone memindai permukaan jalan, algoritma secara otomatis mengidentifikasi area yang mengalami kerusakan dan menandainya pada peta digital.
Fitur utama sistem
- Deteksi otomatis kerusakan dalam hitungan detik.
- Pemetaan geografis kerusakan dengan koordinat GPS.
- Integrasi data ke platform manajemen jalan milik pemerintah.
- Skalabilitas untuk diterapkan pada jaringan jalan kota maupun jalan provinsi.
Implementasi sistem ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja tim inspeksi manual, mempercepat respons perbaikan, dan menurunkan biaya pemeliharaan jangka panjang. Selain itu, data yang dihasilkan dapat menjadi basis analisis prediktif untuk merencanakan perbaikan sebelum kerusakan memburuk.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya ITS untuk berkontribusi pada pembangunan kota pintar (smart city) di Indonesia. Kolaborasi dengan dinas perhubungan daerah dan perusahaan konstruksi sedang dalam tahap pembicaraan untuk uji coba lapangan pada beberapa ruas jalan utama di Surabaya.