Setapak Langkah – 14 April 2026 | Sejumlah kota dalam sejarah umat Islam disebutkan mengalami kutukan Allah SWT karena menolak perintah-Nya atau melakukan dosa besar. Meskipun beberapa kota sudah hancur total, jejaknya masih dapat ditemui dalam bentuk reruntuhan atau cerita turun-temurun yang terus hidup dalam tradisi lisan dan tulisan.
Berikut beberapa contoh kota yang dikatakan mendapat azab Allah:
- Kota Nabi Nuh (Nuh) – Terletak di wilayah yang kini dikenal sebagai Mesopotamia. Penduduknya menolak seruan Nabi Nuh dan akhirnya dihukum dengan banjir besar yang menenggelamkan seluruh kota kecuali bahtera yang diselamatkan.
- Kota Sodom dan Gomora – Terletak di wilayah Yordania modern. Kedua kota ini terkenal dengan perilaku amoral dan penolakan terhadap nabi Lut. Azab yang turun berupa hujan batu api yang menghancurkan seluruh penduduk.
- Kota ‘Ad (Iram) – Dikenal sebagai kota megah di Arab Saudi yang dibangun oleh suku ‘Ad. Karena kesombongan dan menentang Nabi Hud, kota ini dibinasakan oleh angin yang membawa pasir pekat sehingga menghilang dari permukaan bumi.
- Kota Thamud (Al-Hijr) – Terletak di wilayah barat daya Arab Saudi. Penduduknya menolak Nabi Saleh dan melakukan kezaliman. Azab yang menimpa mereka berupa gempa bumi yang menenggelamkan kota dalam batu-batu besar.
- Kota Madyan – Dikenal sebagai kota yang menolak Nabi Syuaib. Azab datang berupa gempa yang menghancurkan rumah-rumah dan meninggalkan puing‑puing yang masih dapat dilihat hingga kini.
Berikut rangkuman singkat dalam bentuk tabel:
| Kota | Lokasi Historis | Penyebab Azab | Status Sekarang |
|---|---|---|---|
| Nuh | Mesopotamia (Irak) | Penolakan seruan Nabi Nuh | Reruntuhan dan legenda banjir |
| Sodom & Gomora | Yordania | Keamoralan dan penolakan Nabi Lut | Situs arkeologi dengan jejak batu berapi |
| ‘Ad (Iram) | Arab Saudi | Kesesatan suku ‘Ad terhadap Nabi Hud | Padang pasir luas, tidak ada bekas jelas |
| Thamud (Al‑Hijr) | Arab Saudi | Kejahatan terhadap Nabi Saleh | Formasi batuan dan gua bersejarah |
| Madyan | Arab Saudi (Barat) | Penolakan Nabi Syuaib | Reruntuhan batu dan kisah lokal |
Jejak‑jejak tersebut tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga peringatan bagi generasi masa kini tentang konsekuensi menolak kebenaran dan menyimpang dari nilai moral. Banyak tempat yang kini menjadi tujuan wisata religius, di mana pengunjung dapat menelusuri sisa‑sisa kota yang pernah ada, sekaligus merenungkan pelajaran moral yang terkandung di dalamnya.