Setapak Langkah – 03 Agustus 2026 | Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan percakapan telepon pada hari Minggu yang dilaporkan oleh Kantor Berita Saudi (SPA). Dalam pembicaraan tersebut, MBS meminta Trump untuk menghentikan rencana serangan militer terhadap Iran yang sedang dipertimbangkan.
Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah ketegangan regional yang meningkat, khususnya setelah serangkaian insiden di wilayah Teluk dan pernyataan keras dari kedua pihak. MBS menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan, mengingat dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh konflik terbuka antara AS dan Iran.
- Permintaan utama MBS: agar Trump membatalkan rencana serangan dan mencari jalur diplomatik.
- Alasan MBS: menghindari eskalasi militer yang dapat merugikan keamanan ekonomi dan politik Saudi serta seluruh Timur Tengah.
- Reaksi Trump: belum ada konfirmasi resmi, namun percakapan menunjukkan adanya dialog langsung antara kedua pemimpin.
Selain itu, kedua pemimpin juga membahas perkembangan politik regional lain, termasuk situasi di Yaman, Suriah, dan hubungan Saudi dengan negara-negara GCC. Menurut SPA, percakapan tersebut mencerminkan upaya kedua negara untuk mengkoordinasikan kebijakan luar negeri dalam menghadapi tantangan bersama.
Jika permintaan MBS diterima, hal ini dapat menurunkan ketegangan di kawasan dan membuka ruang bagi mediasi internasional. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden AS, yang harus menimbang kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat dengan tekanan internasional untuk menghindari perang.