Setapak Langkah – 17 Agustus 2026 | Sejumlah laporan mengungkap bahwa pemerintah Israel mengalokasikan puluhan juta dolar untuk memperbaiki citra Zionis di Amerika Serikat. Upaya ini tidak hanya melibatkan kampanye tradisional, tetapi juga menargetkan platform kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT agar menggambarkan konflik Gaza dengan sudut pandang yang lebih menguntungkan bagi Israel.
Beberapa langkah yang dilaporkan meliputi:
- Pembentukan tim khusus yang bertugas mengumpulkan data dan argumen pro‑Israel untuk disampaikan kepada OpenAI.
- Penggunaan dana iklan digital yang diarahkan pada pemilih di negara bagian kunci di AS.
- Penyusunan materi edukatif yang menyoroti ancaman keamanan yang dihadapi Israel.
Berikut perkiraan alokasi anggaran yang disebutkan dalam laporan:
| Komponen | Perkiraan Biaya (USD) |
|---|---|
| Kampanye Media Sosial | 12 juta |
| Lobbying dan Konsultasi | 8 juta |
| Pengaruh AI (ChatGPT) | 15 juta |
| Total | 35 juta |
Langkah ini menimbulkan pertanyaan tentang batas etika dalam memengaruhi teknologi AI. Kritikus berargumen bahwa mengubah respons AI dapat menciptakan bias informasi dan mengaburkan fakta sejarah. Di sisi lain, pemerintah Israel menegaskan bahwa mereka hanya ingin memastikan bahwa fakta keamanan yang relevan tidak terdistorsi oleh narasi yang dianggap tidak adil.
Reaksi publik di Amerika Serikat beragam. Sebagian kalangan menilai upaya tersebut sebagai bentuk diplomasi modern yang wajar, sementara yang lain menilai sebagai usaha manipulasi opini publik melalui teknologi. Diskusi ini juga membuka perdebatan mengenai tanggung jawab perusahaan AI dalam menjaga netralitas konten yang dihasilkan.
Ke depannya, pengawasan terhadap intervensi politik dalam algoritma AI diperkirakan akan menjadi agenda penting bagi regulator teknologi di AS dan negara‑negara lain. Bagaimana keseimbangan antara kebebasan berpendapat, keamanan nasional, dan integritas informasi digital akan menjadi tantangan utama bagi pembuat kebijakan.