Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Seminar think tank APEC yang membahas pengembangan industri energi baru-baru ini dilaksanakan di Surabaya, menandai langkah strategis China untuk memperkuat kolaborasi energi dengan negara‑negara anggota APEC. Acara tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi China, perwakilan dari berbagai ekonomi APEC, serta pakar kebijakan energi.
Diskusi utama mencakup percepatan transisi menuju energi terbarukan, pengembangan hidrogen hijau, serta modernisasi jaringan listrik. Para peserta menekankan pentingnya integrasi teknologi inovatif seperti penyimpanan energi berbasis baterai dan sistem manajemen beban cerdas untuk meningkatkan keandalan pasokan.
Hasil Kesepakatan
Dalam rangkaian pertemuan, delegasi China menandatangani nota kesepahaman dengan beberapa mitra APEC yang mencakup:
- Investasi bersama pada proyek tenaga surya dan angin sebesar US$5 miliar hingga 2025.
- Pengembangan pilot plant hidrogen hijau dengan target produksi 10.000 ton per tahun.
- Pertukaran teknologi smart grid dan pelatihan tenaga kerja teknis.
Data Fokus Kerja Sama
| Bidang Kerja Sama | Target 2025 |
|---|---|
| Energi Terbarukan | Penambahan kapasitas 30 GW |
| Hidrogen Hijau | Produksi 10.000 ton/tahun |
| Smart Grid | Implementasi 2000 titik kontrol cerdas |
| Penyimpanan Energi | Pemasangan baterai 5 GW |
Para ahli menilai bahwa kerja sama ini tidak hanya memperkuat keamanan energi regional, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi perusahaan teknologi China di kawasan Asia‑Pasifik. Dengan dukungan kebijakan yang sinergis, diharapkan investasi dan inovasi dapat mempercepat pencapaian target net‑zero emisi pada dekade mendatang.