Setapak Langkah – 16 April 2026 | Pemerintah Tiongkok menyambut kunjungan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, ke Beijing dengan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap norma‑norma internasional. Kedua negara menegaskan komitmen mereka untuk menolak segala bentuk “hukum rimba” yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan global.
Dalam pertemuan bilateral, Menteri Luar Negeri China menyoroti bahwa hubungan antara China dan Spanyol harus berlandaskan pada prinsip kedaulatan, tidak campur‑campur, serta penghormatan terhadap aturan hukum internasional. Ia menambahkan bahwa segala upaya yang bersifat sepihak atau mengabaikan mekanisme multilateral akan dipandang tidak konstruktif.
Sementara itu, Pedro Sánchez menyampaikan bahwa Spanyol akan terus mendukung sistem berbasis aturan yang menyeimbangkan kepentingan semua pihak. Ia menegaskan penolakannya terhadap praktik‑praktik yang mengandalkan kekuatan paksa atau tekanan unilateral, yang sering disebut sebagai “hukum rimba”.
- Menjaga perdamaian dan keamanan internasional melalui kerja sama multilateral.
- Menolak tindakan sepihak yang mengabaikan mekanisme PBB.
- Menguatkan kerjasama ekonomi dan teknologi antara China dan Spanyol.
Kedua pemimpin juga membahas agenda kerja sama di bidang perdagangan, energi terbarukan, serta inovasi teknologi. Mereka sepakat untuk memperluas investasi dan meningkatkan pertukaran budaya, sekaligus memastikan bahwa semua aktivitas ekonomi dijalankan sesuai dengan standar internasional.
Pernyataan bersama ini mencerminkan upaya kedua negara untuk menegaskan posisi mereka di panggung global, khususnya dalam menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks. Dengan menolak “hukum rimba”, China dan Spanyol berharap dapat memperkuat tatanan internasional yang adil, transparan, dan berkelanjutan.