Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Baru-baru ini beredar video di YouTube yang menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah resmi dikeluarkan dari NATO. Klaim tersebut menarik perhatian banyak netizen dan menimbulkan kebingungan terkait status keanggotaan AS dalam aliansi pertahanan tersebut.
Tim Cek Fakta Antara melakukan verifikasi dengan mengacu pada pernyataan resmi NATO, dokumen keanggotaan, serta sumber pemerintah AS. Berikut rangkaian langkah yang diambil:
- Mengecek situs resmi NATO dan menemukan tidak ada pengumuman atau keputusan yang menyatakan pengeluaran anggota manapun, termasuk AS.
- Meninjau pernyataan terbaru dari Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg yang menegaskan komitmen NATO terhadap pertahanan kolektif negara anggota, termasuk AS.
- Memeriksa rilis pers Departemen Luar Negeri AS yang tidak menyebutkan perubahan status keanggotaan NATO.
- Menghubungi pakar keamanan internasional yang menyatakan tidak ada dasar hukum atau prosedur yang memungkinkan pengeluaran AS tanpa proses formal yang sangat transparan.
Hasil verifikasi menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar. NATO tidak memiliki mekanisme yang memungkinkan satu anggota dikeluarkan secara sepihak, dan tidak ada prosedur yang telah diikuti untuk mengeluarkan AS. Sebaliknya, NATO terus menegaskan pentingnya peran AS dalam strategi pertahanan kolektif.
Kasus ini mencerminkan bagaimana informasi yang tidak akurat dapat menyebar cepat di media sosial, terutama ketika menyangkut isu-isu sensitif seperti keamanan internasional. Penting bagi publik untuk selalu memeriksa keaslian sumber dan menunggu pernyataan resmi sebelum mempercayai klaim semacam ini.