Setapak Langkah – 29 April 2026 | Perum Bulog kantor wilayah Maluku dan Maluku Utara menargetkan penyerapan beras hasil petani lokal sebesar 5.000 ton pada akhir Desember 2026. Target baru ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan target sebelumnya yang hanya 2.000 ton.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi Bulog untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah kepulauan serta memberikan manfaat ekonomi langsung bagi para petani. Dengan meningkatkan volume penyerapan, Bulog berharap dapat menstabilkan harga beras di pasar regional dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Langkah-langkah utama yang direncanakan
- Memperluas jaringan kerjasama dengan kelompok tani dan koperasi pertanian di seluruh Maluku dan Maluku Utara.
- Menyediakan fasilitas penyimpanan dan distribusi yang memadai, termasuk gudang berpendingin dan transportasi khusus.
- Mengimplementasikan program pembinaan teknis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi beras lokal.
- Menetapkan harga beli yang kompetitif dan adil sehingga petani termotivasi untuk meningkatkan produksi.
- Melakukan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan pencapaian target tahunan.
Jika target tercapai, penyerapan beras lokal akan meningkat sebesar 150% dibandingkan rencana sebelumnya. Hal ini diharapkan dapat menambah pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja baru dalam rantai pasok, serta memperkuat posisi Bulog sebagai penjamin stabilitas harga pangan di wilayah Indonesia Timur.
Pengembangan ini juga selaras dengan program pemerintah Nasional untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri, khususnya di daerah-daerah dengan potensi pertanian yang belum optimal. Bulog berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat, lembaga keuangan, serta sektor swasta guna mewujudkan target ambisius ini.