Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan bahwa sektor perbankan Indonesia telah mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai skenario kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI). Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada tanggal 20 April 2024, menyusul proyeksi kenaikan BI Rate yang diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa pertemuan mendatang.
- Peningkatan cadangan likuiditas untuk menjaga kestabilan pendanaan.
- Peninjauan kembali kebijakan suku bunga kredit dan simpanan.
- Penerapan penilaian ulang risiko pada nasabah korporasi dan ritel.
- Penguatan sistem teknologi informasi untuk meminimalkan gangguan operasional.
Selain itu, BTN menyoroti bahwa kenaikan suku bunga BI dapat memengaruhi biaya pinjaman bagi perusahaan dan konsumen. Namun, dengan persiapan yang matang, perbankan diharapkan dapat menyalurkan kredit secara berkelanjutan tanpa menimbulkan tekanan signifikan pada pertumbuhan ekonomi.
Dalam jangka menengah, BTN memperkirakan bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat akan membantu menurunkan tingkat inflasi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan demikian, industri perbankan akan berperan penting dalam mendukung stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan yang inklusif.