Setapak Langkah – 03 Agustus 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan bahwa total produksi beras di Indonesia untuk periode Januari hingga September 2026 akan mencapai 28,71 juta ton.
Proyeksi ini disusun berdasarkan tren produksi tiga tahun terakhir, perkiraan curah hujan, serta kebijakan pemerintah yang mendukung peningkatan produktivitas lahan padi.
Jika dibandingkan dengan data historis, angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan produksi penuh tahun-tahun sebelumnya, yang biasanya berada di kisaran 33–35 juta ton.
| Tahun | Produksi (Juta Ton) |
|---|---|
| 2023 (full year) | 34,0 |
| 2024 (estimasi) | 32,5 |
| 2025 (estimasi) | 30,8 |
| 2026 (Januari–September) | 28,71 |
Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain laju urbanisasi yang mengurangi lahan pertanian, perubahan iklim yang mengganggu pola tanam, serta fluktuasi harga padi di pasar internasional.
Pemerintah diperkirakan akan memperkuat program subsidi benih, pupuk, dan irigasi guna menstabilkan produksi. Selain itu, upaya diversifikasi varietas padi yang tahan terhadap kekeringan menjadi fokus utama.
Para petani diharapkan dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk meningkatkan hasil per hektar, sehingga dampak penurunan produksi dapat diminimalkan.
Jika proyeksi BPS tepat, kebijakan strategis pada sektor pangan perlu disesuaikan, terutama dalam hal impor beras dan penjaminan ketahanan pangan nasional.