Setapak Langkah – 13 April 2026 | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan kolaborasi strategis dengan organisasi Puteri Indonesia dalam rangka memperkuat edukasi publik tentang keamanan obat dan pangan. Program ini menargetkan 45 finalis Puteri Indonesia yang akan dilatih menjadi Duta Obat dan Makanan, sekaligus menjadi agen perubahan di masyarakat.
Pelatihan intensif mencakup materi tentang regulasi obat, prosedur keamanan pangan, serta cara mengidentifikasi produk palsu atau tidak layak konsumsi. Setiap finalis akan menerima modul edukatif, kit pemeriksaan sederhana, dan panduan komunikasi yang dapat dipakai dalam kampanye ke lapangan.
Langkah utama yang akan dijalankan meliputi:
- Pembekalan teoritis selama dua hari di kantor pusat BPOM.
- Simulasi inspeksi produk obat dan makanan di pasar tradisional serta supermarket.
- Penyusunan konten edukasi berbasis media sosial yang mudah dipahami.
- Kunjungan ke sekolah dan komunitas untuk menyampaikan materi secara langsung.
Target jangka panjang kolaborasi ini adalah menurunkan angka kasus peredaran obat ilegal dan meningkatkan kesadaran konsumen tentang pentingnya memeriksa label serta tanggal kedaluwarsa sebelum membeli. Diharapkan, dengan mengoptimalkan popularitas dan jaringan Puteri Indonesia, pesan-pesan kesehatan dapat menjangkau demografis yang lebih luas, terutama generasi muda.
BPOM menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya mengandalkan selebriti, melainkan pada sinergi antara otoritas regulasi, media, dan masyarakat. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur dampak edukasi, termasuk perubahan perilaku konsumen dan penurunan laporan produk tidak aman.