Setapak Langkah – 15 Juni 2026 | Jawa Timur menjadi tuan rumah Grand Final Bina Siswa Jaya – Jawa Luar (BSJC-JL) 2026, sebuah ajang kompetisi akademik yang menargetkan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai portofolio kuat untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa harus mengikuti tes masuk tradisional. Pada babak final yang digelar pada akhir pekan lalu, sebanyak 801 siswa dari berbagai SMP se‑Jawa Timur berhasil lolos dari tahap seleksi wilayah dan memperlihatkan prestasi di bidang sains, matematika, bahasa, serta kreativitas.
Berikut rangkaian kegiatan dan manfaat utama dari program ini:
- Seleksi berjenjang: Tahap awal melibatkan lebih dari 4.000 peserta yang diuji melalui lomba tertulis dan presentasi proyek. Dari sana, 1.200 siswa terpilih melaju ke babak provinsi.
- Grand Final: 801 siswa yang terpilih bersaing dalam tiga sesi utama—kompetisi akademik, inovasi teknologi, dan karya kreatif—yang dinilai oleh panel ahli pendidikan dan perwakilan perguruan tinggi.
- Portofolio masuk PTN: Setiap peserta yang meraih posisi tiga besar pada kategori masing‑masing akan mendapatkan rekomendasi khusus sebagai bukti prestasi untuk proses seleksi mandiri PTN, tanpa harus mengikuti tes tertulis.
Ketua Panitia BSJC‑JL, Dr. Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat menurunkan beban psikologis siswa serta mendorong pengembangan kompetensi non‑tes. “Kami ingin memberikan alternatif masuk perguruan tinggi yang lebih adil, berbasis pada kemampuan nyata yang telah terbukti di lapangan,” ujar beliau.
Selain menambah nilai akademik, program ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengasah soft skill, seperti kerja tim, komunikasi, dan manajemen proyek. Sekolah‑sekolah yang terlibat melaporkan peningkatan motivasi belajar serta minat siswa terhadap bidang‑bidang STEM.
Keberhasilan Grand Final BSJC‑JL 2026 diproyeksikan akan menjadi model bagi provinsi lain dalam mengintegrasikan kompetisi berbasis prestasi ke dalam sistem seleksi masuk PTN. Diharapkan, dalam lima tahun ke depan, lebih dari 10.000 siswa SMP di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan jalur ini sebagai alternatif masuk perguruan tinggi.