Setapak Langkah – 04 Mei 2026 | Binokasih, sebuah inisiatif pelestarian budaya di Sumedang, kembali mempersembahkan pameran yang menghidupkan kembali jejak panjang sejarah Sunda. Pameran ini bertempat di Keraton Sumedang Larang, sebuah istana bersejarah yang kini menjadi saksi bisu kebudayaan Jawa Barat.
Pengunjung disambut oleh kilau emas yang memancar dari balik kaca, menandakan keberadaan koleksi artefak langka yang pernah menjadi simbol kejayaan Kerajaan Sunda. Di antara barang-barang yang dipamerkan terdapat:
- Gelang emas tradisional dengan ukiran motif Bujangga.
- Alat musik kecapi kuno yang masih dapat menghasilkan melodi khas Sunda.
- Manuskrip naskah kuno berisi catatan sejarah dan sastra Sunda.
- Perhiasan keramat yang pernah dipakai oleh anggota keluarga kerajaan.
Setiap artefak dilengkapi dengan penjelasan interaktif yang memanfaatkan teknologi pencahayaan dan suara, sehingga pengunjung dapat merasakan atmosfer zaman dulu seolah‑olah berada di dalam istana pada masa kejayaan.
Kurator Binokasih, Dr. R. A. Prasetyo, menjelaskan bahwa tujuan utama pameran ini adalah menghubungkan generasi muda dengan akar budaya mereka. “Kami ingin menyalakan kembali napas sejarah Sunda yang telah lama terdiam. Dengan menampilkan benda‑benda berharga ini, kami berharap masyarakat dapat lebih menghargai warisan budaya yang ada,” ujarnya.
Reaksi pengunjung pun positif. Banyak yang menyatakan terkesan oleh keindahan dan nilai edukatif pameran, serta merasakan kebanggaan menjadi bagian dari warisan Sunda. Pameran akan dibuka selama tiga bulan, dengan jadwal kunjungan yang dapat dipesan secara daring maupun langsung di loket Keraton.
Binokasih juga mengundang sekolah dan komunitas budaya untuk mengadakan lokakarya serta diskusi seputar sejarah dan seni Sunda, memperkuat upaya pelestarian budaya secara berkelanjutan.