Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) baru-baru ini menegaskan dukungannya terhadap pengembangan instrumen keuangan berbasis renminbi, termasuk Panda Bonds dan Dim Sum bonds. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pasar valuta asing (valas) serta memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan keuangan regional.
Panda Bonds adalah obligasi yang diterbitkan di pasar obligasi Tiongkok dengan denominasi dalam mata uang renminbi, sementara Dim Sum bonds merupakan obligasi berbasis renminbi yang diperdagangkan di luar negeri, umumnya di Hong Kong. Kedua instrumen ini memberi peluang bagi investor domestik dan asing untuk menyalurkan dana dalam mata uang Tiongkok, sekaligus menambah likuiditas pasar valas Indonesia.
Beberapa alasan strategis BI mendukung penerbitan instrumen ini meliputi:
- Peningkatan diversifikasi sumber pendanaan bagi pemerintah dan perusahaan Indonesia.
- Peningkatan likuiditas dan depth pasar valas melalui aliran modal berdenominasi renminbi.
- Penguatan hubungan keuangan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.
- Memfasilitasi perusahaan Indonesia yang memiliki eksposur perdagangan dengan Tiongkok untuk mengelola risiko nilai tukar.
BI juga menyiapkan kerangka regulasi yang memudahkan proses penerbitan, termasuk penyederhanaan persyaratan perizinan dan penyediaan fasilitas pendampingan bagi penerbit. Pemerintah berencana mengintegrasikan mekanisme ini ke dalam kebijakan moneter dan keuangan yang lebih luas, selaras dengan agenda diversifikasi mata uang cadangan devisa.
Para pelaku pasar menyambut positif langkah ini. Sebagian analis memperkirakan bahwa dalam tiga sampai lima tahun ke depan, volume Panda Bonds yang diterbitkan oleh entitas Indonesia dapat mencapai ratusan miliar rupiah, sekaligus menambah pilihan investasi bagi investor institusional global.
Ke depan, BI menargetkan agar penggunaan instrumen berdenominasi renminbi tidak hanya terbatas pada obligasi, melainkan juga mencakup sukuk, surat berharga komersial, dan produk derivatif. Upaya ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi hub keuangan regional yang terbuka dan terdiversifikasi.