Setapak Langkah – 27 Mei 2026 | Bad an Gizi Nasional (BGN) mengumumkan penyesuaian pola distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran pemerintah. Perubahan utama adalah penghentian pemberian MBG kepada siswa selama masa libur sekolah.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan dana publik, terutama di tengah tekanan fiskal yang meningkat. BGN menegaskan bahwa penyesuaian tidak akan mengurangi kualitas program pada periode aktif belajar, melainkan memusatkan sumber daya pada masa pembelajaran.
Poin penting terkait kebijakan baru:
- Program MBG akan tetap berjalan pada hari sekolah dengan standar gizi yang sama.
- Pemberian MBG pada libur sekolah dihentikan sementara untuk mengurangi beban anggaran.
- Pengawasan dan audit internal akan ditingkatkan untuk memastikan dana tersalurkan secara optimal.
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan berkoordinasi dengan BGN dalam penyesuaian logistik.
Berbagai pihak menyambut kebijakan ini dengan campuran reaksi. Di satu sisi, pengamat keuangan menilai langkah tersebut wajar mengingat kebutuhan pemotongan belanja non‑esensial. Di sisi lain, organisasi masyarakat sipil mengkhawatirkan potensi dampak gizi pada anak-anak yang mengandalkan MBG sebagai sumber makanan utama selama liburan.
BGN menegaskan bahwa program alternatif, seperti distribusi paket makanan melalui Dinas Sosial, akan dipertimbangkan untuk menghindari kesenjangan gizi. Selain itu, BGN berkomitmen untuk meningkatkan sosialisasi kepada orang tua dan sekolah mengenai pentingnya pola makan seimbang di luar program MBG.
Langkah efisiensi ini diproyeksikan dapat menghemat sekitar 10‑15 persen dari total anggaran MBG tahun anggaran berjalan, sesuai dengan data internal yang belum dipublikasikan secara luas.