Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa total belanja pemerintah pusat telah mencapai Rp826 triliun pada akhir bulan April 2024. Angka tersebut mencerminkan realisasi pengeluaran selama empat bulan pertama tahun anggaran 2024, yang mencakup berbagai program pembangunan, belanja rutin, dan bantuan sosial.
Berikut rangkuman utama terkait realisasi belanja hingga April:
- Total belanja: Rp826 triliun
- Periode: Januari hingga 30 April 2024
- Komponen utama: belanja modal, belanja operasional, dan transfer ke daerah serta lembaga sosial
Jika dibandingkan dengan tahun anggaran sebelumnya, realisasi hingga April menunjukkan percepatan pencairan anggaran. Pada periode yang sama tahun 2023, total belanja pemerintah pusat tercatat sekitar Rp760 triliun, menandakan peningkatan hampir 9% dalam empat bulan pertama.
Berikut tabel perbandingan realisasi belanja pemerintah pusat antara 2023 dan 2024 hingga akhir April:
| Tahun | Januari | Februari | Maret | April | Total (Jan‑Apr) |
|---|---|---|---|---|---|
| 2023 | Rp190 triliun | Rp185 triliun | Rp190 triliun | Rp195 triliun | Rp760 triliun |
| 2024 | Rp200 triliun | Rp190 triliun | Rp210 triliun | Rp226 triliun | Rp826 triliun |
Peningkatan ini didorong oleh percepatan pelaksanaan proyek infrastruktur, program bantuan sosial yang lebih luas, serta peningkatan alokasi untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Menteri Keuangan menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau realisasi anggaran untuk memastikan bahwa dana publik disalurkan secara tepat sasaran dan mendukung pemulihan ekonomi pasca‑pandemi.
Pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.