Setapak Langkah – 02 Agustus 2026 | Acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas) pada hari Selasa sore tetap berhasil menarik lebih dari seratus ribu peserta meski Presiden Prabowo Subianto tidak hadir. Upacara yang menampilkan doa lintas agama ini menjadi panggung solidaritas dan harapan akan kedamaian bangsa.
Jadwal resmi menyebutkan Prabowo Subianto harus menunaikan urusan kenegaraan di luar kota pada hari yang sama, sehingga ia memutuskan untuk tidak berkunjung ke Monas. Keputusan itu disampaikan melalui kantor kepresidenan dengan penjelasan singkat mengenai agenda kerja yang tidak dapat ditinggalkan.
Meski demikian, suasana di lapangan tetap meriah. Ribuan relawan menyiapkan karpet merah, panggung sederhana, dan sistem pengeras suara. Zikir bersama dibacakan oleh para pemuka agama, sementara doa-doa lintas kepercayaan dibacakan secara bergantian, menciptakan nuansa kebersamaan antarumat beragama.
Berbagai pihak memberikan tanggapan positif. Para peserta menyatakan rasa puas karena semangat persatuan tetap terjaga. Panitia menegaskan bahwa kehadiran Prabowo bukan menjadi faktor utama keberhasilan acara. Sementara para pengamat politik menilai bahwa kehadiran presiden dalam kegiatan semacam ini memang dapat menambah nilai simbolik, namun ketidakhadirannya tidak mengurangi makna zikir dan doa sebagai wujud aspirasi rakyat.
- Jumlah peserta: lebih dari 100.000 orang.
- Lokasi: Lapangan Monas, Jakarta Pusat.
- Alasan ketidakhadiran Prabowo: agenda kenegaraan di luar kota.
- Fokus acara: doa lintas agama, persatuan, kedamaian.
- Reaksi publik: mayoritas mengapresiasi keberhasilan acara meski tanpa presiden.
Acara ini menegaskan bahwa rasa kebangsaan dan keinginan akan damai dapat terwujud melalui partisipasi masyarakat luas, terlepas dari kehadiran tokoh politik terkemuka. Ke depan, penyelenggara berharap acara serupa dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat ikatan antarumat beragama di Indonesia.