Setapak Langkah – 26 Juni 2026 | Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri pada hari ini menahan Whu Zeng Xie, Direktur Utama PT MMS, setelah diduga terlibat dalam praktik manipulasi data ekspor minyak turunan sawit. Penahanan ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan yang mengungkap adanya indikasi “under invoicing” atau pencatatan nilai ekspor yang lebih rendah dari nilai sebenarnya.
Investigasi awal mengidentifikasi adanya perbedaan signifikan antara dokumen ekspor resmi dan data yang dilaporkan ke otoritas bea cukai. Selisih nilai tersebut diduga menyebabkan kerugian negara melalui pengurangan pungutan bea masuk dan pajak ekspor. Penyidik mencatat bahwa PT MMS merupakan salah satu pelaku utama dalam rantai pasok minyak turunan sawit, sehingga dugaan manipulasi ini berpotensi berdampak luas pada industri kelapa sawit nasional.
Ruang Lingkup Penyidikan
Tim Bareskrim telah mengumpulkan bukti berupa:
- Dokumen faktur ekspor yang menunjukkan nilai transaksi lebih rendah dibandingkan laporan keuangan perusahaan.
- Rekaman komunikasi internal yang mengindikasikan adanya arahan untuk menurunkan nilai faktur.
- Data logistik yang tidak sinkron dengan volume barang yang sebenarnya dikirim.
Seluruh bukti tersebut sedang dianalisis untuk menentukan tingkat keterlibatan pihak manajemen, termasuk Whu Zeng Xie, dalam proses manipulasi tersebut.
Reaksi Pihak Terkait
Perwakilan PT MMS menyatakan akan memberikan keterangan lengkap kepada penyidik dan menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen pada transparansi serta kepatuhan terhadap peraturan perdagangan internasional. Sementara itu, Kementerian Perdagangan menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas dalam kasus-kasus yang dapat merugikan penerimaan negara.
Implikasi bagi Industri Kelapa Sawit
Kasus ini menyoroti risiko sistemik yang dapat muncul bila pelaku industri tidak mematuhi standar pelaporan. Praktik under invoicing tidak hanya mengurangi penerimaan negara, tetapi juga dapat merusak reputasi Indonesia di pasar global sebagai eksportir yang kredibel. Pengawasan yang lebih ketat diharapkan dapat mencegah terulangnya praktik serupa.
Penahanan Whu Zeng Xie masih dalam proses hukum, dan penyidik akan melanjutkan penyelidikan untuk mengidentifikasi semua pihak yang terlibat serta memastikan adanya pertanggungjawaban yang sesuai.