Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan intervensi harga pada komoditas ayam dan telur, mulai dari hulu hingga hilir, untuk mencegah terjadinya deflasi yang dapat mengganggu stabilitas pasar pangan.
Alasan Intervensi
Penurunan harga yang tajam pada produk protein unggas dan telur dapat menurunkan pendapatan peternak serta mengurangi pasokan di pasar. Selain itu, deflasi harga pangan dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap kesehatan ekonomi nasional.
Langkah-Langkah Intervensi
- Pengawasan ketat pada harga beli bahan baku pakan ternak di tingkat hulu.
- Pemberian subsidi atau bantuan operasional kepada peternak untuk menurunkan biaya produksi.
- Penetapan harga acuan pada pedagang grosir dan eceran di pasar tradisional dan modern.
- Pengaturan distribusi melalui lembaga penyimpanan dan logistik pemerintah.
Dampak Terhadap Konsumen
Intervensi ini diharapkan dapat menjaga kestabilan harga di rak-rak pasar, sehingga konsumen tidak merasakan lonjakan atau penurunan harga yang drastis. Dengan harga yang tetap terjaga, daya beli masyarakat terutama kelas menengah ke bawah dapat dipertahankan.
Pengawasan Berkelanjutan
Bapanas bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk memantau pergerakan harga secara real time. Data tersebut menjadi dasar penyesuaian kebijakan selanjutnya.