Setapak Langkah – 03 Mei 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia sedang mengembangkan proyek compressed natural gas (CNG) sebagai pengganti tabung LPG 3 kilogram yang selama ini menjadi standar rumah tangga.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
- Target awal peluncuran pilot project CNG di sejumlah wilayah perkotaan pada akhir 2024.
- Pengembangan infrastruktur pengisian ulang (refueling stations) akan difokuskan pada daerah dengan konsentrasi konsumen LPG tinggi.
- Harga CNG diharapkan lebih kompetitif dibandingkan LPG, mengingat biaya produksi domestik yang lebih rendah.
- Regulasi teknis dan standar keselamatan akan diselaraskan dengan standar internasional untuk memastikan keamanan penggunaan di rumah tangga.
Pemerintah juga berencana memberikan insentif fiskal bagi produsen dan distributor yang beralih ke CNG, termasuk pengurangan pajak impor peralatan dan subsidi pembangunan stasiun pengisian.
Jika berhasil, kebijakan ini diproyeksikan dapat menurunkan konsumsi LPG nasional hingga 20% dalam lima tahun ke depan, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor infrastruktur energi bersih.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari kalangan industri energi dan konsumen, yang menilai CNG sebagai solusi yang lebih ekonomis dan berkelanjutan dibandingkan LPG tradisional.