Setapak Langkah – 07 Agustus 2026 | Asosiasi Perusahaan Gas Indonesia (APGI) menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah mengaktifkan 114 dapur Makanan Bergizi (MBG) di wilayah dengan tingkat stunting tinggi serta daerah 3T (Terpencil, Terluar, dan Tertinggal). Langkah ini dianggap penting dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.
Dapur MBG berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan bergizi khusus untuk balita, ibu hamil, dan menyusui. Dengan mengoptimalkan sumber daya lokal, dapur ini tidak hanya meningkatkan asupan gizi, tetapi juga mendukung ekonomi masyarakat sekitar melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.
| Wilayah | Jumlah Dapur MBG |
|---|---|
| Papua | 28 |
| Nusa Tenggara Barat | 22 |
| Jawa Timur (daerah pegunungan) | 18 |
| Kalimantan Barat | 16 |
| Sumatera Utara (daerah terpencil) | 15 |
| Lainnya | 15 |
Berikut beberapa manfaat utama yang diharapkan dari program dapur MBG ini:
- Meningkatkan kualitas gizi balita dan ibu hamil di wilayah 3T.
- Menurunkan prevalensi stunting secara signifikan dalam jangka menengah.
- Mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui penggunaan bahan pangan daerah.
- Memperkuat ketahanan pangan regional dengan distribusi makanan bergizi yang terjangkau.
APGI menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan program ini. Diharapkan, model dapur MBG dapat direplikasi di lebih banyak wilayah dengan tingkat stunting yang tinggi, sehingga Indonesia dapat mencapai target penurunan stunting yang telah ditetapkan dalam agenda nasional.