Setapak Langkah – 28 Juni 2026 | Kementerian Agama (Kemenag) mencatat adanya lonjakan minat pada program Beasiswa Indonesia Bangkit. Sebanyak 8.000 pelamar berhasil melewati seleksi administrasi dan kini memasuki fase asesmen akademik serta psikologi.
Program beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa jenjang S1 hingga S3 yang ingin melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri. Seleksi dibagi menjadi tiga tahapan utama: (1) verifikasi berkas, (2) asesmen akademik, dan (3) asesmen psikologi. Hasil verifikasi berkas diumumkan pada akhir April 2024, sedangkan tahap asesmen akademik dan psikologi dijadwalkan pada bulan Mei–Juni 2024.
Jadwal Penting
- 20 April 2024: Pengumuman hasil verifikasi berkas
- 27 April – 3 Mei 2024: Pendaftaran ulang bagi yang lolos verifikasi
- 10–15 Mei 2024: Asesmen akademik (ujian tertulis dan wawancara)
- 22–27 Mei 2024: Asesmen psikologi (tes tertulis, wawancara, dan observasi)
- 5 Juni 2024: Pengumuman final pemenang beasiswa
Asesmen akademik meliputi tes kemampuan bahasa Inggris, pengetahuan umum, serta wawancara yang menilai motivasi dan rencana studi. Sementara asesmen psikologi dirancang untuk mengukur kepribadian, ketahanan mental, dan kesiapan adaptasi di lingkungan akademik yang kompetitif.
Persyaratan Umum Pelamar
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia maksimal 30 tahun untuk jenjang S1, 35 tahun untuk jenjang S2, dan 40 tahun untuk jenjang S3.
- Memiliki prestasi akademik minimal IPK 3,00 (skala 4,00) atau setara.
- Berstatus mahasiswa aktif atau lulusan maksimal satu tahun terakhir.
- Berkomitmen melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sesuai ketentuan Kemenag.
Setelah tahap asesmen selesai, Kemenag akan menyeleksi kembali berdasarkan gabungan skor akademik dan psikologi. Penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan, tunjangan hidup, serta paket orientasi internasional.
Dengan antusiasme yang tinggi ini, Kemenag menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Peluang yang terbuka diharapkan dapat mendorong generasi muda Indonesia untuk berkompetisi secara global.