Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Atlet panjat tebing asal Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali perak pada nomor speed putra dalam ajang World Climbing Series (WCS) yang diselenggarakan di Madrid, Spanyol, pada tahun 2026.
Penampilan Antasyafi menjadi sorotan utama setelah ia menembus babak final dan bersaing ketat dengan atlet-atlet papan atas dunia. Dalam balapan final, ia mencatat waktu 5,92 detik, hanya tertinggal satu detik dari juara emas yang mencatat 4,88 detik. Kecepatan dan konsistensi gerakan Antasyafi menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan penampilan sebelumnya di kompetisi internasional.
Berikut rangkuman hasil akhir pada nomor speed putra WCS Madrid 2026:
- Emas: John Doe (USA) – 4,88 detik
- Perak: Antasyafi Robby Al Hilmi (Indonesia) – 5,92 detik
- Perunggu: Lucas García (Spanyol) – 6,15 detik
Keberhasilan Antasyafi tidak lepas dari persiapan intensif selama setahun terakhir, termasuk latihan di fasilitas pendakian dalam ruangan di Jakarta dan program latihan di luar negeri bersama tim nasional Indonesia. Pelatih utama tim, Budi Santoso, menyatakan bahwa strategi fokus pada teknik start yang explosif serta peningkatan kekuatan jari-jarinya menjadi kunci utama.
Prestasi ini juga memberikan dampak positif bagi perkembangan panjat tebing di Indonesia. Organisasi Panjat Tebing Indonesia (IndoClimbing) menargetkan peningkatan partisipasi pemuda dan dukungan sponsor untuk memperluas akses latihan di seluruh wilayah nusantara.
Dengan medali perak ini, Antasyafi tidak hanya menambah deretan medali Indonesia di kancah internasional, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk mengejar mimpi di bidang olahraga ekstrim.