Setapak Langkah – 28 April 2026 | Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian Menteri Pertanian dalam meningkatkan cadangan beras pemerintah (CBP) yang kini telah menembus angka 5 juta ton. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama jajaran kementerian dan lembaga terkait, menandai langkah signifikan dalam upaya ketahanan pangan nasional.
| Tahun | Stok Beras (juta ton) |
|---|---|
| 2021 | 4,5 |
| 2022 | 4,8 |
| 2023 | 5,0 |
Rajiv menekankan bahwa capaian ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam memastikan pasokan pangan bagi penduduk, tetapi juga memberikan ruang bagi pemerintah untuk menurunkan risiko kenaikan harga beras pada musim panen berikutnya. Ia menambahkan bahwa dukungan penuh DPR diperlukan untuk memperkuat kebijakan yang memfasilitasi petani, memperluas area tanam, serta meningkatkan akses pembiayaan bagi sektor pertanian.
Di samping itu, Menteri Pertanian menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas beras yang tersimpan, mengimplementasikan teknologi modern dalam pengawasan kualitas, serta memperkuat jaringan distribusi agar beras dapat tersebar merata ke seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan tingkat impor beras dan meningkatkan surplus ekspor pada tahun-tahun mendatang.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa pencapaian stok beras 5 juta ton merupakan indikator positif bagi stabilitas ekonomi makro, khususnya dalam mengendalikan inflasi pangan. Dengan persediaan yang cukup, pemerintah dapat lebih leluasa dalam mengatur kebijakan tarif, subsidi, dan intervensi pasar tanpa harus mengorbankan kesejahteraan konsumen.