Setapak Langkah – 05 Juni 2026 | Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana, menekankan pentingnya kebudayaan sebagai fondasi utama dalam pembangunan bangsa, sebagaimana tercantum dalam amanah konstitusi. Ia menyatakan bahwa krisis kepribadian bangsa yang kian mengemuka memerlukan solusi yang tidak hanya bersifat ekonomis atau politik, melainkan juga kultural.
- Menguatkan nilai-nilai moral dan etika yang menjadi identitas nasional.
- Mendorong rasa kebersamaan dan persatuan di tengah perbedaan.
- Menjadi basis edukasi yang menanamkan karakter bangsa sejak dini.
- Mengintegrasikan tradisi lokal dalam kebijakan pembangunan modern.
Ia menambahkan bahwa pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bekerja sama untuk melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan kebudayaan dalam setiap program pembangunan. Upaya ini diharapkan mampu mengatasi tantangan krisis kepribadian, meningkatkan rasa bangga menjadi warga negara, serta memperkokoh ketahanan nasional.
Dalam konteks konstitusi, Pasal 31 ayat (1) menegaskan bahwa negara memajukan kebudayaan bangsa. Oleh karena itu, kebijakan yang menempatkan kebudayaan pada posisi strategis tidak hanya sekadar simbolik, melainkan menjadi instrumen nyata untuk memperbaiki moral publik dan meneguhkan identitas kebangsaan.