Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Rebo Wekasan merupakan tradisi yang biasanya dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriyah. Pada tahun 2026, perayaan itu bertepatan dengan tanggal 12 Agustus. Masyarakat Jawa menganggap hari tersebut sebagai momen khusus untuk melakukan serangkaian kegiatan keagamaan dan kebudayaan.
Asal‑usul historis
Elemen‑elemen keagamaan
- Shalat jamaah khusus pada waktu dhuha.
- Tilawah Al‑Qur’an bersama keluarga.
- Penggunaan doa “Bismillahirrahmanirrahim” dalam setiap kegiatan.
Pandangan ulama kontemporer
Beberapa ulama berpendapat bahwa Rebo Wekasan tidak memiliki dasar kuat dalam syariat Islam karena tidak disebutkan dalam hadis sahih. Namun, mereka juga menekankan bahwa tradisi ini dapat dipertahankan asalkan tidak melanggar prinsip tauhid dan tidak menambah ibadah yang tidak diakui.
Cara perayaan di era modern
Di era digital, banyak komunitas mengorganisir acara melalui media sosial, mengirimkan pesan pengingat, serta membagikan panduan tata cara yang sesuai dengan ajaran Islam. Kegiatan biasanya meliputi:
- Pembersihan rumah dan lingkungan.
- Berbagi makanan ringan kepada tetangga.
- Mengadakan ceramah singkat tentang sejarah Sunan Giri.
Dengan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan religiusitas, Rebo Wekasan tetap menjadi bagian penting dalam identitas budaya Jawa, meski masih menjadi perdebatan di kalangan akademisi tentang status keagamaannya.