Setapak Langkah – 13 Juli 2026 | Forum Bersama Nahdliyin (Forbes) NU ke-26 baru-baru ini merumuskan sembilan rekomendasi strategis bagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) guna meningkatkan mekanisme pengawasan, transparansi, dan akuntabilitas organisasi.
- Penguatan struktur pengawasan internal. Membentuk unit audit independen yang melaporkan langsung kepada musyawarah tingkat tinggi, dengan wewenang mengakses seluruh data keuangan dan program.
- Evaluasi kinerja kepengurusan secara periodik. Menetapkan mekanisme penilaian tahunan berbasis indikator kinerja utama (KPI) yang dapat dipublikasikan kepada anggota.
- Peningkatan transparansi anggaran. Mewajibkan publikasi laporan keuangan triwulanan dalam format yang mudah dipahami, termasuk rincian penerimaan, belanja operasional, dan dana zakat.
- Akuntabilitas dalam pelaksanaan program sosial. Membuat sistem pelaporan hasil program yang melibatkan audit eksternal serta verifikasi oleh lembaga independen.
- Penggunaan teknologi informasi. Mengembangkan portal digital yang mengintegrasikan data keuangan, agenda rapat, dan keputusan strategis, sehingga anggota dapat mengakses informasi secara real‑time.
- Partisipasi aktif anggota dalam proses pengawasan. Menyelenggarakan forum daring dan luring secara rutin untuk mengumpulkan masukan serta keluhan anggota terkait kebijakan PBNU.
- Pembentukan mekanisme whistleblowing. Menyediakan kanal rahasia bagi siapa saja yang ingin melaporkan penyimpangan tanpa takut akan reperkusi.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Menyelenggarakan pelatihan reguler tentang tata kelola, akuntansi publik, dan etika organisasi bagi pengurus di semua tingkatan.
- Pengawasan eksternal oleh lembaga independen. Mengundang lembaga audit nasional atau internasional untuk melakukan review tahunan atas kepatuhan PBNU terhadap standar akuntabilitas.
Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya akuntabilitas yang lebih kuat, sekaligus memperkuat kepercayaan jamaah terhadap kepengurusan PBNU. Dengan mengedepankan transparansi, PBNU tidak hanya meningkatkan efektivitas operasional, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam menegakkan nilai-nilai Islam yang berlandaskan kejujuran dan keadilan.