Setapak Langkah – 18 Agustus 2026 | Setelah mengalami gangguan pasokan bahan bakar selama beberapa minggu, sebanyak 35 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Pulau Flores berhasil kembali melayani konsumen. Pemulihan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah dan Pertamina untuk menstabilkan aliran BBM di daerah yang sebelumnya terdampak oleh kendala logistik.
Selain SPBU yang sudah beroperasi kembali, enam Fuel Terminal (FT) tetap aktif. Terminal-terminal tersebut berperan sebagai titik kumpul utama bagi pengiriman bensin, solar, dan avtur, memastikan rantai pasokan tetap berjalan meskipun sebagian jaringan distribusi sempat terganggu.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan di masa mendatang, Pertamina menyiapkan rencana alih suplai BBM yang meliputi:
- Pemindahan stok BBM dari terminal yang masih beroperasi ke daerah yang paling membutuhkan.
- Penggunaan armada truk tangki tambahan yang siap dikerahkan secara cepat.
- Koordinasi intensif dengan otoritas daerah dan satelit logistik untuk mengatur rute pengiriman yang aman.
- Pemberian prioritas pengiriman kepada fasilitas kesehatan, transportasi publik, dan sektor pertanian.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kekosongan bahan bakar di pompa-pompa yang belum kembali beroperasi penuh dan menjaga kestabilan pasokan energi bagi masyarakat Flores.
Dengan 35 SPBU yang sudah beroperasi dan enam FT yang terus menjalankan fungsinya, pasokan BBM di Flores kini berada pada posisi yang lebih terkendali, meskipun tetap memerlukan pengawasan ketat dari pihak terkait.