Setapak Langkah – 18 Agustus 2026 | Setiap rumah tangga dapat mengetahui posisi ekonominya dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE) serta status penerima bantuan sosial (bansos) melalui dua portal resmi, yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial (Kemensos). Kedua layanan tersebut memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai satu-satunya data verifikasi, sehingga prosesnya menjadi cepat dan tidak memerlukan dokumen tambahan.
Berikut langkah‑langkah praktis untuk melakukan cek desil dan status bansos di masing‑masing situs.
- Cek melalui Situs BPS
- Buka situs resmi BPS pada alamat
bps.go.id(tanpa menuliskan tautan). - Pilih menu “Data Keluarga” atau “Cek Desil Keluarga”.
- Masukkan NIK anggota keluarga yang menjadi kepala rumah tangga pada kolom yang disediakan.
- Tekan tombol “Cari” atau “Submit”.
- Hasil pencarian akan menampilkan desil ekonomi (1‑5) serta indikasi apakah keluarga termasuk dalam lapisan miskin atau tidak.
- Buka situs resmi BPS pada alamat
- Cek melalui Portal Kemensos
- Kunjungi portal resmi Kemensos di
kemensos.go.id. - Pilih layanan “Cek Status Bansos”.
- Masukkan NIK yang sama seperti pada langkah sebelumnya.
- Klik “Lihat Data”.
- Data yang muncul meliputi desil DTSE, program bantuan yang sedang diterima (misalnya PKH, BPNT, atau KPS), serta status kelayakan.
- Kunjungi portal resmi Kemensos di
Berikut contoh ringkas informasi yang biasanya ditampilkan setelah proses pencarian:
| Informasi | Hasil |
|---|---|
| Desil Keluarga | 3 (menengah) |
| Status Bansos | Terdaftar di PKH |
| Program Lain | BPNT – tidak terdaftar |
Keuntungan utama dari penggunaan NIK adalah kemudahan akses serta keamanan data, karena NIK bersifat unik dan telah terintegrasi ke dalam basis data pemerintah. Jika hasil pencarian menunjukkan bahwa keluarga berada di desil rendah atau belum terdaftar pada program bantuan yang relevan, warga dapat mengajukan permohonan atau memperbaharui data melalui kantor kelurahan atau posko sosial terdekat.
Untuk memastikan data tetap akurat, sebaiknya melakukan pengecekan secara berkala, terutama setelah adanya perubahan kondisi ekonomi atau setelah program bantuan baru diluncurkan.