Setapak Langkah – 12 Juli 2026 | Jalan bukan sekadar lapisan aspal; ia menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi, mempercepat distribusi barang, mempermudah akses ke layanan kesehatan, pendidikan, serta lapangan kerja. Sebuah survei internasional terbaru menilai kualitas jaringan jalan di seluruh dunia, menyoroti sepuluh negara yang memiliki infrastruktur jalan paling baik.
Berikut adalah peringkat lengkapnya:
- Singapura – Menempati posisi teratas berkat perawatan rutin, teknologi pintar, dan tata ruang yang terintegrasi.
- Jerman – Jaringan Autobahn yang terkenal dengan standar keamanan tinggi dan kecepatan maksimal.
- Belanda – Jalan yang didesain ramah sepeda dan pejalan kaki, serta sistem drainase yang efisien.
- Swiss – Infrastruktur pegunungan yang menggabungkan tunnel modern dan pemandangan alam.
- Uni Emirat Arab – Jalan lebar dengan teknologi pemantauan lalu lintas canggih.
- Australia – Jaringan jalan yang luas, menghubungkan wilayah perkotaan dan pedesaan dengan standar tinggi.
- Korea Selatan – Jalan tol pintar yang dilengkapi sensor dan layanan informasi real‑time.
- Swedia – Fokus pada keberlanjutan, menggunakan material daur ulang dan energi terbarukan.
- Kanada – Jalan yang tahan cuaca ekstrem, dengan perawatan intensif selama musim dingin.
- Jepang – Sistem manajemen lalu lintas yang terintegrasi dan jaringan jalan yang selalu diperbarui.
Keberhasilan Singapura sebagai juara mencerminkan pentingnya investasi berkelanjutan dalam infrastruktur. Pemerintah Indonesia dapat mengambil pelajaran dari pendekatan holistik ini, terutama dalam hal perawatan rutin, penerapan teknologi pintar, serta integrasi transportasi publik.
Dengan memperkuat jaringan jalan, Indonesia tidak hanya meningkatkan efisiensi logistik tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, mempercepat akses layanan dasar bagi masyarakat, dan mendukung sektor pariwisata serta industri manufaktur.