Mengenal Candi Sambisari, Candi Unik di Jogja

Candi Sambisari Yogyakarta

Jogja menawarkan banyak wisata yang asyik untuk dikunjungi. Salah satunya dengan berwisata ke Candi Sambisari. Candi bercorak Hindu ini memang tak se populer Candi Prambanan, namun pesonanya boleh diacungi jempol.

Termasuk destinasi wisata Sleman, apa saja pesona Candi Sambisari ini ? Berikut ulasannya.

1. Awal Penemuan

Beberapa abad yang lalu, daerah utara Yogyakarta menjadi pusat Kerajaan Mataram Kuno. Candi – candi pun dibangun sebagai tempat pemujaan maupun simbol prestise.

Hingga suatu saat, Gunung Merapi mengalami erupsi yang dahsyat dan mengeuarkan material – material vulkanik hingga ke beberapa daerah sekitarnya.

Pemukiman penduduk dan candi – candi di sekitaran Merapi ikut terdampak dan tertutup oleh material tersebut. Termasuk Candi Sambisari yang terkubur cukup dalam.

Candi – candi lain mulai ditemukan, namun pada masa itu candi Sambisari masihlah tertutup dan tak diketahui keberadaannya. Pada akhirnya, di suatu pagi, seorang petani bernama Karyowinangun menemukan bagian candi.

Candi Sambisari lebih rendah dari pada permukaan tanah
foto: instagram.com/dimas___39

Lebih jelasnya, Karyowinangun sedang mencangkul di lahan tersebut. Tak disangka, ujung cangkulnya membentur bongkahan batu dengan pahatan di permukaannya. Batu tersebut diteliti oleh Dinas Kepurbakalaan, ternyata batu tersebut merupakan bagian dari suatu candi dan akhirnya dilakukan penggalian lanjutan untuk menemukan komponen lainnya.

Butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan penggalian dan rekonstruksi bangunan. Dari awal ditemukannya pada tahun 1966, dan selesai di pugar tahun 1987.

Sedangkan sejarah berdirinya candi ini, belum diketahui persisnya, karena tak ada bukti yang konkret. Jika dilihat dari arsitekturnya diperkirakan dibangun sekitar tahun 812 sampai 838 Masehi, seperti Candi Prambanan, Candi Plaosan, dan Candi Sojiwan.

2. Bangunan Candi Sambisari

Sambisari Temple mempunyai ciri yang khas, yaitu letaknya 6,5 meter lebih rendah dari permukaan tanah disekitarnya, untuk sampai komplek candi, kamu harus menuruni puluhan anak tangga yang agak curam.

Komplek candi dikelilingi oleh dua lapis pagar. Halaman luar memiliki luas 50 x 48 km dengan pagar batu rendah agn mengelilinginya. Dan pada halaman dalam dikelilingi pagar batu setinggi 2 meter. Tinggi candi utama sekitar 7,5 meter.

Sunset di Candi Sambisari
foto: instagram.com/explore.yk

Candi nya terdiri dari 1 buah candi induk, 3 buah candi tambahan, dan 8 buah lingga patok yang tersebar sesuai penjuru mata angin. Candi induk berada di pusat dengan rerumputan menghiasi sekelilingnya, seperti karpet hijau.

Ketika menaiki tangga di pintu masuk candi induk, terlihat hiasan singa yang ada di mulut makara (hewan Mitologi Yunani). Selanjutnya, ada selasar dengan lebar sekitar 1 meter. Saat mengelilingi bangunan, pengunjung juga akan melihat 3 relung dengan arca di dalamnya.

Relung sebelah utara terdapat arca Dewi Durga, istri dari Dewa Syiwa. arca ini memiliki 8 tangan, yang masing – masing tangannya menggenggam senjata. Di timur, tampak arca Ganesha, patung yang bertubuh manusia dan berkepala gajah. Dan yang terakhir, arca Agastya di sisi selatan dengan tasbih yang dikalungkan di lehernya .

Bangunan Induk Candi Sambisari
foto: instagram.com/bispariwisata.id

Dalam bangunan induk candi, bisa ditemukan arca Lingga dan Yoni yang cukup besar. Adanya Lingga dan Yoni ini diyakini bahwa candi ini dulunya dipakai sebagai tempat pemujaan Dewa Syiwa.

Keluar dari induk candi, di sisi barat terlihat 3 candi tambahan atau candi pendamping. Ketiga candi ini dibangun tanpa mempunyai atap candi.

Tidak cuma komplek candi yang dapat dikunjungi wisatawan. Ada pula museum mini yang memuat informasi sejarah ditemukannya candi dan proses penggaliannya. Dalam museum berisikan batuan, arca, barang – barang hasi galian dan foto – foto kondisi lokasi sebelum ditemukannya candi, yaitu masih berupa area persawahan.

3. Alamat Candi Sambisari

Candi ini berada di Jalan Candi Sambisari, Sambisari, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bisa dilihat, nama candi tersebut diambil dari nama kampung tempat ditemukannya, yaitu Sambisari.

4. Rute Menuju Candi Sambisari

Untuk bisa mencapai wisata ini, dengan menggunakan kendaraan pribadi, dari arah Kota Yogyakarta perlu menempuh jarak sekitar 12 kilometer melalui rute Jalan Raya Solo – Jogja.

Bangunan Induk Candi Sambisari Sleman
foto: instagram.com/deddyhuang

Sesampainya di pertigaan Bandara Adi Sutjipto, lurus saja hingga menjumpai pertigaan plang Gedung Balai Diklat Keuangan Yogyakarta. Dari sini, cukup belok kiri dan jalan sekitar 10 menit. Maka akan terlihat candi tersebut.

Sementara untuk yang menggunakan kendaraan umum, kamu bisa naik bus antar kota Solo – Jogja, dan turun di jalan Solo – Jogja Km 10. Lalu perjalanan di lanjut dengan naik ojek menuju Candi Sambisari yang berjarak 2 Km.

5. Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

Tak perlu membayar mahal – mahal untuk bisa menikmati keunikan Sambisari Temple. Untuk wisatawan lokal cukup merogoh kocek Rp 5.000 tiap orangnya.

Candi ini juga seringkali kedatangan wisatawan mancanengara. Tarifnya pun berbeda, sedikit lebih mahal dibanding wisatawan lokal. Wisatawan mancanegara harus membayar sebesar Rp 10.000.

Parkir kendaraannya, Rp 2.000 untuk motor, Rp 5.000 untuk mobil, dan Rp 10.000 untuk bus.

Buka setiap hari mulai dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore.

6. Aktivitas Wisata di Candi Sambisari

Sunset di Candi Sambisari Sleman
foto: instagram.com/mastitiswae

Berwisata di sini akan menambah wawasan mengenai peninggaan sejarah kerajaan jaman dahulu. Pengunjung dapat melihat arsitektur dan bangunan candi yang menarik. Selain itu, adanya museum dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus memperkenalkan warisan budaya bangsa. Cocok sekali mengajak anak – anak berkunjung disini.

Tempatnya pun tak kalah cantik untuk diabadikan melalui foto. Sangat pas digunakan untuk sesi pemotretan bertema kerjaan. Terkadang, ada juga yang memilih lokasi ini, untuk latar foto prewedding.

Lebih indah lagi jika berkunjung saat sore hari. Matahari terbenam menimbulkan warna kemerahan yang menyorot bangunan candi, menjadi pemandangan yang sangat memukau.

Yuk ke Jogja, sekalian mampir ke Candi Sambisari juga ya.

Avatar for Putri Aprilia
Putri Aprilia Seorang yang suka berimajinasi yang luas serta menyenangkan. Dengan tulisan, harapan serta imajinasi dapat tersalurkan dengan baik.
Avatar for Putri Aprilia
Putri Aprilia Seorang yang suka berimajinasi yang luas serta menyenangkan. Dengan tulisan, harapan serta imajinasi dapat tersalurkan dengan baik.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments