Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Menteri Agama KH Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) edisi kedelapan KORPRI sebagai sarana utama dalam pembentukan karakter dan etika bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, kompetisi bacaan Al‑Qur’an ini tidak sekadar menampilkan kemampuan menghafal, melainkan menjadi wahana pembinaan moral, disiplin, dan integritas bagi para pegawai negeri.
Beberapa poin utama yang disampaikan Menag antara lain:
- MTQ KORPRI menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat kebersamaan di antara ASN.
- Melalui latihan rutin, peserta menginternalisasi nilai‑nilai kejujuran, kerendahan hati, dan kepedulian sosial yang tercermin dalam tata cara membaca Al‑Qur’an yang benar.
- Penghargaan dan pengakuan atas prestasi membaca meningkatkan motivasi personal serta meneguhkan identitas keagamaan dalam lingkungan kerja.
Menag menambahkan bahwa pelaksanaan MTQ KORPRI tahun ini melibatkan lebih dari 10.000 peserta dari seluruh provinsi, dengan agenda yang mencakup:
| Hari | Kegiatan |
|---|---|
| Senin | Pembukaan resmi dan sambutan pejabat KORPRI |
| Selasa‑Kamis | Lomba tilawah tingkat daerah |
| Jumat | Seminar tentang etika kerja berbasis nilai Islam |
| Sabtu | Lomba final nasional dan pengumuman pemenang |
Selain kompetisi, acara ini juga diisi dengan workshop dan diskusi yang membahas implementasi nilai‑nilai Qurani dalam kebijakan publik serta pelayanan masyarakat. Menag menekankan bahwa hasil MTQ KORPRI diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga pemerintah lainnya dalam mengintegrasikan nilai spiritual ke dalam standar profesionalisme.
Dengan menempatkan MTQ sebagai agenda rutin, KORPRI berupaya menyiapkan ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki watak yang kuat, etika yang terjaga, serta semangat pelayanan yang berlandaskan ajaran Islam. Harapan Menag, dampak positif ini akan meluas ke seluruh aparatur negara, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat.