Setapak Langkah – 15 Agustus 2026 | Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat BUMN (Badan Usaha Milik Negara) serta mempercepat pelaksanaan MBG (Misi Bina Guna). Ia menekankan bahwa reformasi BUMN menjadi prioritas utama demi meningkatkan daya saing nasional dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Beberapa poin penting yang diangkat antara lain:
- Restrukturisasi kepemilikan dan tata kelola: Pemerintah akan meninjau kembali struktur kepemilikan saham BUMN, mengoptimalkan peran dewan komisaris, serta memperketat mekanisme pengawasan internal.
- Peningkatan efisiensi operasional: Fokus pada digitalisasi proses bisnis, pemotongan birokrasi, dan penerapan standar internasional dalam manajemen risiko.
- Pengembangan sektor strategis: BUMN diharapkan memperkuat posisi di sektor energi, infrastruktur, transportasi, dan telekomunikasi, selaras dengan target pembangunan jangka menengah.
- Penguatan MBG: Program MBG akan menjadi landasan bagi sinergi antara pemerintah, BUMN, dan dunia usaha untuk mengoptimalkan penggunaan aset negara serta memperluas investasi swasta.
- Transparansi dan akuntabilitas: Penyusunan laporan kinerja berbasis indikator kunci (KPI) yang dapat diakses publik, serta penegakan sanksi bagi pelanggaran tata kelola.
Presiden juga menyoroti pentingnya peran BUMN dalam menciptakan lapangan kerja. Ia menargetkan penciptaan lebih dari satu juta pekerjaan baru dalam lima tahun ke depan melalui proyek infrastruktur dan ekspansi usaha BUMN.
Untuk mendukung pelaksanaan MBG, pemerintah akan membentuk satuan kerja khusus yang melibatkan kementerian terkait, BUMN, serta perwakilan sektor swasta. Satuan kerja ini akan menyusun roadmap implementasi, mengidentifikasi aset yang dapat dimaksimalkan, serta merancang skema kemitraan publik‑swasta (PPP) yang menarik bagi investor.
Secara keseluruhan, kebijakan yang diusung Presiden Prabowo bertujuan menjadikan BUMN tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, melainkan juga motor penggerak pertumbuhan berkelanjutan. Diharapkan, dengan perbaikan tata kelola dan sinergi MBG, BUMN dapat meningkatkan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi lebih dari 15 persen pada akhir dekade ini.