Setapak Langkah – 05 Agustus 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 tercatat sebesar 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produk Domestik Bruto (PDB) riil tetap berada pada level Rp3.576,2 triliun, menunjukkan stabilitas output nasional meskipun terdapat fluktuasi pada beberapa sektor.
Pertumbuhan yang kuat ini didorong terutama oleh peningkatan aktivitas di sektor listrik, gas, dan komunikasi. Kedua sektor tersebut mencatat laju pertumbuhan yang jauh di atas rata-rata nasional, mencerminkan permintaan yang terus meningkat seiring dengan digitalisasi ekonomi dan peningkatan kebutuhan energi.
| Sektor | Pertumbuhan (%) |
|---|---|
| Listrik & Gas | 7,8 |
| Komunikasi | 6,5 |
| Manufaktur | 5,1 |
| Jasa | 4,9 |
Selain sektor‑sektor di atas, industri manufaktur tetap menjadi penyumbang utama PDB dengan pertumbuhan 5,1 persen, sementara sektor jasa mengalami peningkatan 4,9 persen. Pertumbuhan yang merata ini membantu menyeimbangkan perekonomian nasional dan mengurangi ketergantungan pada satu bidang saja.
Prospek ke depan diperkirakan tetap positif, dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga 2026 akan tetap berada di kisaran 5,0‑5,5 persen, asalkan kondisi global tetap stabil dan kebijakan fiskal serta moneter terus mendukung. Namun, BPS mengingatkan bahwa risiko eksternal seperti ketegangan perdagangan internasional dan volatilitas harga komoditas tetap perlu dipantau.