Setapak Langkah – 05 Agustus 2026 | Bank Tabungan Negara (BTN) kembali menorehkan prestasi dengan menjadi bank yang paling banyak menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi pada kuartal terakhir. Pencapaian ini mendapat apresiasi khusus dari Menteri Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Properti (PKP) yang menilai langkah BTN sangat krusial dalam mengatasi krisis perumahan di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Menteri PKP menekankan bahwa perumahan adalah kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan rakyat. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada BTN atas kontribusinya dalam memperluas akses kepemilikan rumah, terutama bagi keluarga berpendapatan rendah dan menengah.
Berikut beberapa poin penting terkait pencapaian BTN:
- Jumlah KPR bersubsidi yang disalurkan: 45.000 unit pada kuartal terakhir, meningkat 12% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
- Total nilai kredit: Rp 8,5 triliun, mencakup wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
- Target pemerintah: Menyediakan 1,5 juta unit rumah bersubsidi hingga tahun 2028; BTN diproyeksikan menyumbang sekitar 30% dari total tersebut.
Data internal BTN menunjukkan bahwa mayoritas penerima KPR subsidi berasal dari segmen pendapatan menengah ke bawah, dengan fokus pada daerah perkotaan dan pinggiran kota yang mengalami tekanan harga properti yang tinggi.
Selain meningkatkan kuantitas penyaluran, BTN juga berupaya mempercepat proses persetujuan kredit. Rata-rata waktu penyelesaian aplikasi KPR subsidi kini hanya memakan waktu 7 hari kerja, dibandingkan dengan 14 hari pada tahun sebelumnya.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa keberhasilan BTN ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada pembiayaan perumahan yang terjangkau. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan angka tunawisma dan meningkatkan kepemilikan rumah secara nasional.
Ke depan, BTN berkomitmen untuk memperluas jaringan layanan digital, mempermudah akses bagi calon pemilik rumah melalui aplikasi mobile, serta terus menyesuaikan produk KPR dengan kebutuhan masyarakat.
Menteri PKP menutup dengan harapan agar seluruh lembaga keuangan lainnya dapat meneladani upaya BTN dalam menyediakan solusi perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.