Setapak Langkah – 04 Agustus 2026 | Sebuah petisi daring yang menargetkan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, meminta beliau untuk tidak menghadiri upacara peringatan serangan teroris 11 September (9/11). Petisi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 70.000 tanda dukungan, menandakan kepedulian luas di dunia maya terhadap isu ini.
Setiap tahunnya, kota New York menyelenggarakan serangkaian acara untuk mengenang korban 9/11, termasuk upacara di Ground Zero yang biasanya dihadiri oleh pejabat tinggi, tokoh masyarakat, dan perwakilan keluarga korban. Sebagai pemimpin kota yang baru terpilih dan sekaligus wakil komunitas Muslim, Mamdani menjadi sorotan khusus dalam konteks tersebut.
Petisi mengemukakan beberapa poin utama yang menjadi alasan penolakan kehadiran sang wali kota:
- Penolakan terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dianggap mendukung aksi-aksi militer di negara mayoritas Muslim.
- Keprihatinan atas hubungan dekat kota dengan organisasi atau lembaga yang dinilai tidak sensitif terhadap penderitaan korban 9/11.
- Anggapan bahwa kehadiran Mamdani dapat menimbulkan ketegangan antar kelompok etnis dan agama di kota.
Hingga kini, pihak pemerintah kota belum memberikan pernyataan resmi mengenai keputusan Mamdani. Beberapa anggota dewan kota menyatakan bahwa kehadiran pemimpin kota dalam acara peringatan merupakan simbol persatuan dan solidaritas nasional, sementara aktivis hak asasi menilai petisi tersebut sebagai bentuk tekanan politik yang berlebihan.
Dari sudut pandang politik, isu ini menyoroti dilema yang dihadapi pejabat publik ketika identitas pribadi atau komunitasnya berbenturan dengan ekspektasi simbolis negara. Keputusan Mamdani nantinya dapat memengaruhi persepsi publik terhadap keterbukaan pemerintah kota terhadap keberagaman, sekaligus menambah dinamika hubungan antar komunitas di New York.
Saat ini, situasi masih berkembang. Mamdani dihadapkan pada pilihan antara menegaskan pesan persatuan dengan hadir dalam upacara, atau menuruti tuntutan kelompok yang menolak kehadirannya. Keputusan akhir akan menjadi bahan observasi bagi pengamat politik dan masyarakat luas.