Setapak Langkah – 17 Juli 2026 | Komisi Eropa baru-baru ini mengeluarkan perintah resmi kepada Google agar mengaktifkan fitur kecerdasan buatan (AI) pada perangkat Android yang beroperasi di wilayah Uni Eropa. Keputusan ini muncul setelah penyelidikan mengenai potensi praktik anti‑persaingan dan batasan akses bagi pengembang aplikasi pihak ketiga.
Berikut beberapa poin utama yang menjadi dasar keputusan tersebut:
- Google dianggap membatasi integrasi layanan AI milik kompetitor pada Android, sehingga menghambat inovasi.
- Pengguna di Eropa berhak mendapatkan akses penuh terhadap teknologi AI yang tersedia di platform Android.
- Regulasi Digital Services Act (DSA) memberikan wewenang Komisi Eropa untuk menegakkan aturan persaingan yang adil.
Implikasi bagi Google dan ekosistem Android dapat diringkas dalam tiga aspek utama:
- Penyesuaian teknis: Google harus menyediakan antarmuka pemrograman (API) terbuka yang memungkinkan layanan AI lain beroperasi tanpa hambatan.
- Dampak pasar: Persaingan yang lebih terbuka dapat meningkatkan variasi aplikasi AI, memberi pilihan lebih banyak bagi konsumen.
- Kepatuhan hukum: Kegagalan mematuhi perintah dapat berujung pada denda hingga 10% dari pendapatan global perusahaan.
Selain itu, Komisi Eropa menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan data pribadi. Setiap algoritma AI yang diintegrasikan ke dalam Android harus mematuhi standar privasi yang ketat, termasuk hak pengguna untuk menolak pemrosesan data tertentu.
Pernyataan resmi dari Komisi Eropa menyatakan bahwa langkah ini bertujuan melindungi hak konsumen serta mendorong inovasi teknologi yang adil. Google, melalui juru bicaranya, menyatakan akan meninjau kembali kebijakan internal dan berupaya memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Pengawasan berkelanjutan akan dilakukan oleh otoritas persaingan Eropa, dengan kemungkinan audit teknis dalam enam bulan ke depan. Jika Google berhasil memenuhi semua persyaratan, fitur AI yang kini masih terbatas akan tersedia secara default pada semua perangkat Android yang dijual di pasar Uni Eropa.