Setapak Langkah – 17 Juli 2026 | Ketika sentimen masyarakat Indonesia cenderung pesimis terhadap prospek ekonomi dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, sebuah investasi besar datang dari Tiongkok. Sebuah konsorsium investor asal Tiongkok mengumumkan rencana mengalokasikan dana sebesar Rp1,27 triliun untuk membangun kompleks apartemen di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Rincian utama proyek tersebut meliputi:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Jumlah investasi | Rp1,27 triliun |
| Jenis hunian | Apartemen berstandar menengah‑atas |
| Lokasi | Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), IKN |
| Perkiraan unit | 1.200 unit |
| Target penyelesaian | 2027 |
Proyek ini diharapkan dapat menambah pasokan hunian di IKN yang masih terbatas, sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja selama fase konstruksi. Selain itu, kehadiran investor Tiongkok menunjukkan kepercayaan asing terhadap prospek jangka panjang IKN, meski sebagian kalangan publik masih menilai pembangunan ibu kota baru masih belum pasti.
Berbagai faktor menumbuhkan rasa pesimisme di kalangan rakyat, antara lain inflasi yang tinggi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, serta kekhawatiran mengenai kesiapan infrastruktur IKN. Namun, masuknya modal asing sebesar lebih dari satu triliun rupiah menjadi sinyal positif bagi pemerintah, yang berupaya mempercepat realisasi proyek-proyek strategis.
Dengan dukungan investasi ini, diharapkan IKN tidak hanya menjadi simbol politik, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang menarik bagi investor domestik maupun internasional.