Setapak Langkah – 12 Juli 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan partai politik di Indonesia bukanlah hambatan bagi persatuan bangsa. Dalam sebuah konferensi pers, ia menanggapi sejumlah aksi demonstrasi yang berujung pada pembakaran properti publik dan pribadi.
“Pemimpin yang menganjurkan bakar‑bakar adalah pemimpin pengkhianat,” ujar Prabowo dengan tegas. Ia menambahkan bahwa ajakan untuk melakukan tindakan vandalisme tidak sejalan dengan nilai‑nilai kebangsaan dan dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi demokrasi.
Prabowo menyoroti beberapa insiden yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir, antara lain:
- Penyerangan terhadap kantor cabang partai oposisi di Jakarta yang berujung pada kebakaran.
- Pembakaran fasilitas umum di beberapa kota provinsi sebagai bentuk protes politik.
- Kerusuhan di kampus yang melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang politik.
Berbagai pihak menanggapi pernyataan tersebut. Partai-partai oposisi menolak tuduhan bahwa mereka mendorong aksi bakar‑bakar, sementara organisasi kemasyarakatan menyerukan agar pemerintah meningkatkan upaya keamanan dan penyuluhan bagi masyarakat.
Di sisi lain, analis politik menilai bahwa pernyataan Prabowo mencerminkan upaya mengkonsolidasikan dukungan di tengah dinamika politik menjelang pemilu berikutnya. Mereka menambahkan bahwa penegakan hukum yang konsisten akan menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas politik nasional.
Presiden menutup konferensi pers dengan menyerukan agar semua elemen bangsa menjunjung tinggi nilai toleransi, menghormati perbedaan, dan menolak segala bentuk kekerasan yang dapat merusak persatuan Indonesia.