Setapak Langkah – 12 Juli 2026 | Setelah serangkaian upacara kenegaraan, jenazah Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza, Kota Qom. Upacara pemakaman dihadiri ribuan pejabat tinggi, tokoh agama, serta warga yang datang untuk memberi penghormatan terakhir.
Acara dimulai dengan ibadah jenazah di Masjid Imam Khomeini, Tehran, diikuti prosesi berkendara melintasi jalan utama kota. Seluruh militer dan pasukan keamanan menutup jalan serta mengatur arus lalu lintas demi memastikan kelancaran prosesi. Di akhir upacara, jenazah diturunkan ke dalam liang lahat dengan pengawalan ketat dan dipenuhi doa-doa khusus yang dipimpin oleh ulama senior.
Setelah penurunan jenazah, putra sulung Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, naik ke mimbar untuk menyampaikan pernyataan yang menimbulkan kehebohan. Ia menegaskan, “Kami berjanji untuk membalas kematian ayah kami. Tidak akan ada pihak yang dapat menghalangi tekad kami untuk menegakkan keadilan dan mempertahankan warisan ayah kami.” Pernyataan ini menggambarkan tekad politik dan ideologis keluarga Khamenei untuk melanjutkan kebijakan serta pengaruh ayahnya dalam arena domestik dan internasional.
- Lokasi pemakaman: Kompleks Makam Imam Reza, Qom.
- Hadiran: Presiden Iran, Ketua Majelis Penasehat, para wali kota, perwakilan militer, dan delegasi luar negeri terbatas.
- Pernyataan Mojtaba: Tekad balas dendam simbolik terhadap pihak-pihak yang dianggap berkontribusi pada kematian ayahnya, meski tidak menyebut nama secara eksplisit.
Para pengamat politik menilai sumpah Mojtaba sebagai upaya memperkuat legitimasi politik keluarga Khamenei serta menegaskan kesinambungan kebijakan anti‑barat dan anti‑musuh internal. Sementara itu, sejumlah analis menyoroti bahwa pernyataan tersebut dapat menambah ketegangan geopolitik, terutama mengingat hubungan Iran yang sudah tegang dengan beberapa negara Barat.
Secara historis, pemakaman pemimpin tertinggi Iran selalu menjadi momen penting yang mencerminkan stabilitas rezim. Upacara pemakaman Ali Khamenei tidak berbeda; selain menjadi simbol penghormatan, ia juga menjadi panggung bagi pernyataan politik yang dapat memengaruhi arah kebijakan dalam jangka panjang.